Senin, 26 Januari 2015

Retur Penjualan

Retur Penjualan


Retur penjualan adalah dokumen yang menyimpan data pengembalian item yang telah diorder sebelumnya oleh customer. Pengembalian item bisa dikarenakan ketidak sesuain pesanan atau barang yang diterima rusak atau cacat. Data pengembalian item bisa diimport dari invoice penjualan atau dari data pengiriman.

Cara Akses

 Untuk memasukkan order pengiriman di BEE, pilih pada MenuBar Penjualan --> Retur Penjualan

retur penjualan

Proses Retur Penjualan

Pada proses Retur penjualan terdapat 2 jenis transaksi, yaitu :
  1. Retur Penjualan Credit
    Retur Penjualan credit adalah proses Retur dengan mengembalikan barang yang telah dibeli dengan tidak diganti dengan uang / cash. Untuk nota Retur penjualan dapat digunakan sebagai nota potong untuk invoice penjualan dengan termin credit.
     
  2. Retur Penjualan Cash
    Retur penjualan cash adalah Retur penjualan dengan mengembalikan barang yang telah dibeli dan mendapatkan uang ganti / cash. Sehingga untuk proses dipilih termin cash dan pilih cash yang digunakan sebagai pengeluar uang / cash.

Berikut beberapa metode pencatatan data pada dokumen retur penjualan:
  1. Retur Penjualan Standart
    Adalah proses input transaksi penjualan tanpa ada import data dari Order Penjualan atau Pengiriman. Pada proses ini user memasukkan data item, qty harga dan diskon dari suatu barang.
     
  2. Retur Penjualan Item PID
    • Untuk Retur penjualan dengan menggunakan PID dalam jumlah besar dan terurut dapat dilakukan dengan menggunakan cara Proses Input Item PID
    • Namun untuk Retur penjualan yang hanya input PID dengan jumlah sedikit dan PID tidak dalam keadaan urut, maka dapat dilakukan dengan menggunakan proses Input PID Satu per Satu.
    • Untuk merubah harga, discount detail pada Item yang menggunakan PID dalam jumlah banyak akan menjadi lebih mudah dilakukan dengan menggunakan cara Edit Harga PID.
  3. Retur Penjualan import dari Penjualan
    Pada proses ini input item, harga serta discount tidak perlu memasukkan data item secara manual. Sehingga user dapat mengetahui harga jual yang telah dikenakan kepada customer dana dapat pula diperhitungkan harga potong untuk customer.
  4. Retur Penjualan import dari Pengiriman
    Sama halnya dengan proses penjualan dengan import dari Order penjualan, pada proses ini user tinggal memasukkan data penjualan berdasarkan data pengiriman.

Data Header Penjualan

Fungsi dan Bidang-Bidang Akuntansi

Fungsi dan Bidang-Bidang Akuntansi Pengertian akuntansi

Akuntansi seringkali dinyatakan sebagai bahasa perusahaan yang berguna untuk memberikan informasi yang berupa data-data keuangan perusahaan yang dapat digunakan guna pengambilan keputusan. Setiap perusahaan memerlukan dua macam informasi  tentang perusahaannya yaitu informasi mengenai nilai perusahaan dan informasi tentang laba/rugi usaha. Kedua informasi tersebut berguna untuk:
  • Mengetahui besarnya modal yang dimiliki perusahaan
  • Mengetahui perkembangan ayau maju mundurnya perusahan
  • Sebagai dasar untuk perhitunngan pajak
  • menjelaskan keadaan perusahaan sewaktu-waktu memrlukan kredit dari bank atau pihak lain
  • Dasar untuk menentukan kebijakan yang akan ditempuh
  • Menarik minat investor saham jika perusahaan berbentuk perseroan terbatas.
Untuk memperoleh informasi-informasi tersebut diatas, pengusaha hendaknya mengadakan catatan yang teratur mengenai transaksi-transaksi yang dilakukan perusahaan yang dinyatakan dalam satuan uang.
Didalam ilmu akuntansi telah berkembang bidang-bidang khusus dimana perkembangan tersebut disebabkan oleh meningkatnya jumlah dan ukuran perusahaan serta peraturan pemerintah. Adapun bidang-bidang akuntansi yang telah mengalami perkembangan antara lain sebagai berikut:
  1. Akuntansi Keuangan (Financial atau General Accounting) menyangkut pencatatan transaksi-transaksi suatu perusahaan dan penyusunan laporan berkala dimana laporan tersebut dapat memberikan informasi yang berguna bagi manajemen, para pemilik dan kreditor.
  2. Pemeriksaan Akuntansi (Auditing)  merupakan suatu bidang yang menyangkut pemeriksaan laporan-laporan keuangan melalui catatan akuntansi secara bebas yaitu laporan keuangan tersebut diperiksa mengenai kejujuran dan kebenarannya.
  3. Akuntansi Manajemen (Management Accounting) merupakan bidang akuntansi yang menggunakan baik data historis maupun data data taksiran dalam membantu manajemen untuk merencanakan operasi-operasi dimasa yang akan datang.
  4. Akuntansi Perpajakan (Tax Accounting) mencakup penyusunan laporan-laporan pajak dan pertimbangan tentang konsekuensi-konsekuensi dari transaksi-transaksi perusahaan yang akan terjadi.
  5. Akuntansi Budgeter (Budgetary Accounting) merupakan bidang akuntansi yang merencanakan operasi-operasi keuangan (anggaran) untuk suatu periode dan memberikan perbandingan antara operasi-operasi yang sebenarnya dengan operasi yang direncanakan.
  6. Akuntansi untuk Organisasi Nirlaba (Non profit Accounting) merupakan bidang yang mengkhususkan diri dalam pencatatan transaksi-transaksi perusahaan yang tidak mencari laba seperti organisasi keagamaan dan yayasan-yayasan sosial.
  7. Akuntansi Biaya (Cost Accounting) merupakan bidanng yang menekankan penentuan dan pemakaian biaya serta pengendalian biaya tersebut yang pada umumnya terdapat dalam persahaan industri.
  8. Sistem Akuntansi (Accounting System) meliputi semua tehnik, metode dan prosedur untuk mencatat dan mengolah data akuntansi dalam rangka memperoleh pengendalian intern yang baik, dimana pengendalian intern merupakan suatu sistem pengendalian yang diperoleh dengan adanya struktur organisasi yang memungkinkan adanya pembagian tugas dan sumber daya manusia yang cakap dan praktek-praktek yangn sehat.
  9. Akuntansi Sosial (Social Accounting) merupakan bidang yang terbaru dalam akuntansi dan yang paling sulit untuk diterangkan   secara singkat, kerena menyangkut dana-dana kesejahteraan masyarakat.
Sebagai suatu sistem, didalam akuntansi terdapat beberapa asumsi atau konsep dasar. Asumsi dasar tersebut antara lain:

Kamis, 22 Januari 2015

Laporan keuangan

Laporan Keuangan Neraca, Rugi Laba dan Perubahan Modal Perusahaan Dagang
Laporan Keuangan Neraca, Rugi Laba dan Perubahan Modal Perusahaan Dagang Laporan Rugi Laba Laporan Rugi Laba Perusahaan Dagang Neraca Neraca Perusahaan Dagang Laporan Perubahan Modal Laporan Perubahan Modal Dari laporan keuangan di atas di peroleh informasi...

Laporan Keuangan Neraca, Rugi Laba dan Perubahan Modal Perusahaan Dagang Laporan Rugi Laba Laporan Rugi Laba Perusahaan Dagang Neraca Neraca Perusahaan Dagang Laporan Perubahan

Kas kecil

KAS KECIL
A. Pengertian Kas Kecil Kas kecil adalah uang yang disediakan untuk
membayar pengeluaran-pengeluaran yang jumlahnya relatif kecil, dan
tidak ekonomis bila dibayar dengan cek.Dana kas kecil dipisahkan dari kas besar dan
diserahkan  kepada seorang kasir...

A. Pengertian Kas Kecil Kas kecil adalah uang yang disediakan untuk membayar pengeluaran-pengeluaran yang jumlahnya relatif kecil, dan tidak ekonomis bila dibayar dengan cek.Dana kas kecil dipisahk

Neraca saldo

NERACA SALDO
Neraca Saldo / Percobaan Perusahaan Dagang . Ini adalah artikel kelanjutan dari suklus akuntansi perusahaan dagang yang mana sebelumnya kita telah membahas tentang Penyelesaian Buku Besar Perusahaan Dagang . Sebagaimana namanya, neraca saldo adalah neraca y...